Obrolan pagi 8

Dibere hujan menta raat, dibere halodo menta ngijih
ana prak hujan poyan ukur nyiwit ceuli saeutik……………….

Ma, geuning Presiden teh tos dilantik, atuh para mentrina tos diembarakeun, ngan jigana rahayat masih tinggal kalongeun, sapedah reuwas balas hookeun ngitung duit urut pesta, ceuk pamikirna
asa mending dipake waragad mulasara jeung ngawujudkeun pendidikan anu berbasis sumpah pemuda.

Ma, uninga teu kurikulum 2013 ?, ceuk sakaol mah
boga kaunggulan :

KEUNGGULAN KURIKULUM 2013
a. Siswa dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah.

b. Penilaian didapat dari semua aspek. Pengambilan
nilai siswa bukan hanya di dapat dari nilai ujian saja tetapi juga di dapat dari nilai kesopanan, religi, praktek, sikap dan lain lain.

c. Ada pengembangan karakter dan pendidikan budi
pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi.

d. Kurikulum berbasis kompetensi sesuai dengan
tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

e. Kompetensi menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

f. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif,
keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan).

g. Kurikulum 2013 tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. . Untuk tingkat SD, penerapan
sikap masih dalam ruang lingkup lingkungan
sekitar, sedangkan untuk tingkat SMP penerapan
sikap dituntut untuk diterapkan pada lingkungan
pergaulannya dimanapun ia berada. Sementara itu,
untuk tingkat SMA/SMK, dituntut memiliki sikap
kepribadian yang mencerminkan kepribadian
bangsa dalam pergaulan dunia.

h. Standar penilaian mengarahkan pada penilaian
berbasis kompetensi (sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara proporsional)

i. Menuntut adanya remediasi secara berkala.

j. Tidak memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci karena Pemerintah menyiapkan semua
komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman pembahasan sudah tersedia

k. Sifat pembelajaran kontekstual.

l. Meningkatkan motivasi mengajar dengan meningkatkan kompetensi profesi, pedagogi, sosial,
dan personal.

m. Buku, dan kelengkapan dokumen disiapkan lengkap sehingga memicu dan memacu guru untuk
membaca dan menerapkan budaya literasi, dan
membuat guru memiliki keterampilan membuat
RPP, dan menerapkan pendekatan scientific secara
benar.

Oge boga kakurangan jiga kieu :

KELEMAHAN KURIKULUM 2013

a. Banyak guru yang beranggapan bahwa dengan
kurikulum terbaru ini guru tidak perlu menjelaskan
materinya. Padahal kita tahu bahwa belajar matematika, fisika,dll tidak cukup hanya membaca saja. Peran guru sebagai fasilitator tetap
dibutuhkan, terlebih dalam hal memotivasi siswa untuk aktif belajar.

b. Sebagian besar guru belum siap. Jangankan membuat kreatif siswa, terkadang gurunya pun kurang kreatif. Untuk itu diperlukan pelatihan-pelatihan dan pendidikan agar merubah paradigma guru
sebagai pemberi materi menjadi guru yang dapat
memotivasi siswa agar kreatif. Selain itu guru harus dipacu kemampuannya untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.
Sebagai contoh di Singapura, dalam setahun guru
berhak mendapatkan pelatihan selama 100 jam.

c. Konsep pendekatan scientific masih belum
dipahami, apalagi tentang metoda pembelajaran
yang kurang aplikatif disampaikan.

d. Ketrampilan merancang RPP dan penilaian autentik belum sepenuhnya dikuasai oleh guru.

e. Tugas menganilisis SKL, KI, KD, Buku Siswa dan Buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, masih banyak yang copy paste dan kurangnya
waktu untuk membaca dokumen secara mendalam.

f. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam
proses pengembangan kurikulum 2013. Pemerintah
melihat seolah-olah guru dan siswa mempunyai
kapasitas yang sama.

g. Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses
pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013.
Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian
nasional (UN) masih diberlakukan. UN hanya
mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan
sama sekali tidak memperhatikan proses
pembelajaran. Hal ini berdampak pada
dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak
diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-
UN juga memberikan kontribusi besar untuk
mewujudkan tujuan pendidikan.

h. Kurikulum 2013 ditetapkan tanpa ada evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.

i. Pengintegrasian mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak
tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata
pelajaran itu berbeda.

j. Dalam mata pelajaran matematika SMA kelas X
terdapat matematika wajib, matematika peminatan
yang harus diikuti siswa peminatan IPA.
Matematika wajib dan peminatan memiliki silabus
yang berbeda. Terutama dalam matematika
peminatan diperlukan beberapa materi prasyarat
yang belum dibahas di kelas sebelumnya. Contoh :
Dalam materi persamaan eksponen diperlukan
beberapa rumus turunan dari persamaan kuadrat
yang belum dibahas di kelas sebelumnya.

k. Penyusunan materi ajar belum runtut sesuai tahap berpikir siswa, guru harus memilah dan menentukan materi esensial mengingat materi yang harus dikuasai siswa cukup banyak.

l. Pada buku paket matematika terdapat berbagai soal tingkat tinggi seperti soal olimpiade.
Mengingat banyaknya materi yang harus dikuasai siswa maka tidak semua soal dapat diselesaikan.
Soal-soal tersebut lebih cocok diberikan pada siswa yang berminat mengikuti pendalaman matematika.

m. Seperti kurikulum sebelumnya, belum ada
sinkronisasi antara matematika sebagai alat bantu untuk menunjang pelajaran lainnya. Misalnya
sinkronisasi antara matematika dengan fisika, ada
banyak materi fisika yang memerlukan hitungan
matematika seperti vektor, diferensial, integral dan
trigonometri tetapi belum dibahas dalam matematika.

n. Konten kurikulum masih terlalu padat yang
ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat kemampuan siswa

o. Standar proses pembelajaran menggambarkan urutan pembelajaran yang kurang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.

p. Materi terlalu luas, kurang mendalam.

q. Beban belajar terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.

Ari ceuk kuring mah Ma, gumantung guru2na sing
arihlas, sing yakin ker majuken jeung nanjerken
bangsa sorangan……., meh hampang dirandapana.

Ma, do’aken abdi sing bisa jadi guru ker
barudak………, aamiin.


About this entry