Persatuan Islam

Persatuan Islam menentukan sifatnya sebagai organisasi pendidikan, tabligh dan kemasyarakatan yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Sunnah, dengan rencana jihad diantaranya:

a. Mengadakan kegiatan-kegiatan dakwah secara lisan,tulisan dan amal perbuatan dalam masyarakat yang sejalan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah;

b. Melakukan amar ma’rûf dan nahyi munkar dalam segala ruang dan waktu, membela dan menyelamatkan umat Islam dari gangguan lawan-lawan Islam dengan cara hak dan ma’rûf yang sesuai dengan ajaran al-Qur’an dan al-Sunnah;

c. Menghidupkan dan memelihara rûh al-jihâd (jiwa perjuangan) dan ijtihâd dalam kalangan para anggota khususnya dan umat Islam umumnya;

d. Membasmi munkarat, bid’ah, khurafat, takhayul, taqlîd dan syirk dalam lingkungan anggota khususnya dan umat Islam umumnya;

e. Memberikan jawaban dan perlawanan terhadap tantangan aliran yang mengancam hidup keislaman demi tegak dan kokohnya agama Allah;

f. Mengadakan dan memelihara hubungan yang baik dengan segenap organisasi Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk menuju terwujudnya bun-yân al-Islâm (bangunan Islam) yang kokoh.

Tokoh

Muhammad Isa Anshary, politikus dan pejuang Indonesia.
Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri Indonesia
Ahmad Hassan, teman debat Soekarno ketika di Bandung
Haji Zamzam, pendiri Persis
H. Eman Sar’an
Achyar Syuhada, ulama terkemuka Persis
Mohammad Yunus, ulama Persis
K.H. E. Abdurrahman, pemimpin Persis tahun 1962-1983
K.H A. Latif Muchtar
KH. Shiddiq Amien, Mba Mantan Ketua Umum persis
K.H.Ikin Shadikin, ulama terkemuka Persis
K.H. Usman Sholehudin, Ketua Dewan Hisbath
K.H. Aceng Zakaria
K.H. M. Romli
K.H. Entang Muchtar ZA


About this entry