Harut dan Marut

(Dongeng : Ust. A.D. Elmarzdedeq)

Harut dan Marut turun mengajarkan sihir di Babil setelah keduanya ingin mengetahui alam kemanusiaan, pecahlah perkawinan Isythar dan Tamudz, Isythar menolak cinta Harut dan kemudian disihir menjadi bintang Venus.
Kemudian Marduq menangkap kedua dewa ini dan digantung di angkasa dengan kepala kebawah, lidahnyapun menjulur kelaut, bilamana sampailah lidah ini menghirup air laut maka kering kerongtanglah samudra yang ada di dunia dan binasalah alam.
Petikan Kitab ”Hekma” dari ajaran khaldan : ”janganlah kamu lakukan kejahatan pada musuhmu, berlakulah baik pada seseorang yang berbuat jahat kepadamu. Janganlah engkau menikahi wanita yang banyak cintanya. Orang yang bijasana itu ialah orang yang tampak berilmu sedikit dibandingkan dengan ilmu yang sesungguhnya dipunyai.
Rasa takut pada “ il ” adalah penerbit kerelaan. Berkurban itu memanjangkan usia, ibadah itu guna pelepas dosa.
Undang-undang kenegaraan yang terkenal dipahatkan atas perintah Raja Hamurabbi (2000 sM) terdiri atas 300 pasal 4000 baris dan diatas tulisan pada batu itu dipahatkan pula dewa Marduq.
Diantara isinya :
Pensihir jahat dihukum berat. seorang ibu yang menghentikan menyusui anaknya sebelum habis masa menyusui sehingga anaknya mati kelaparan akan dipotong susunya .Seorang jual anggur gelap dihukum mati.
Seseorang akan dikenakan hukuman perbuatan yang sudah dilakukanya pada orang lain, pencukil mata dicukil matanya. Seorang pembangun rimah yang tidak teliti sehingga menimpa penghuni rumah itu, maka ahli bangunan itu dihukum mati. Penolak milisi dihukum mati dsb.
Kebaktian : berbakti pada dewa-dewa dengan melalui patung-patungnya itu, pengurbanan pada dewa-dewa dengan hewan dan adakalanya pula manusia.
Adat kematian : Seorang yang berduka cita memotong rambut dan meratap serta mencabik-cabik pakaian.
Sisa-sisa : dongeng-dongeng agama Khaldan banyak disebarkan kembali dengan perantaraan orang-orang Israel sehingga disebut Israiliat, orang Israel terutama dari suku Yahudi banyak mengambil dongeng-dongeng Khaldan, Akadia, Ajaran Kan’an dsb yang telah disadur.
Pengaruh dongeng Menara Babil tertulis dalam kitab kejadian XI : 4-9.
Nama Tamudz terselit dalam nama-nama bulan Samiyah : Tyisyrin, Adzar, Kanun, Bazhrimain, Syibath, Adar, Nuisan, Ayar, Haziran, Tamudz, ‘Abu dan Ailul.
Dongeng banjir dari Khaldan mempengaruhi penafsiran banjir zaman Nabi Noah as.
Dongeng Harut dan Marut itu sendiri diceritakan kembali oleh Kabul Akhbar dan dari Kabul Akhbar-lah banyak tersebar dongeng itu dan diceriterakan bahwa keduanya malaikat yang berdosa yang menceraikan dua pasangan dan seorang wanita dari pasangan itu disihir menjadi bintang Zahrah dsb.
Sesungguhnya kedua orang itu bukan malaikat dan tidak pula mengajarkan sihir, kemungkinan mereka itu dua orang yang pandai.
Isi perjanjian Lama banyak titik persamaan dengan Undang-undang Hamurabbi itu.


About this entry