K (kriteria) K (ketuntasan) M (minimal) Versus K (kriteria) K (ketuntasan) I (ideal) : Gisni Gilbarian

Pendidikan di Indonesia aneh. Ya, aneh, jika terlalu kejam disebut hancur. Proses pencerdasan anak bangsa berakhir dengan pembodohan. Bagaimana bisa sebuah KKM bisa membuat semua siswa mendadak pintar di raport, mendadak pintar dalam semua nilai ujian, mendadak pintar di semua mata pelajaran?

Aduh ini apa namanya kalau bukan pembodohan masal. Tidak hanya itu, ini penipuan, perusakan moral, kejahatan massal. Entah siapa pencetus ide sebuah nama ‘KKM’ ini, niatnya mungkin baik tapi pelaksanaannya bobrok.

Program yang baik harus dibarengi dengan pelaksanaan yang baik, sehingga hasilnya akan baik pula. Sayangnya, Banyak praktek dari sistem KKM lebih terlihat menunjukkan sistem pembelajaran yang berorientasi pada nilai semata. Padahal sistem ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas belajar dan pemerataan pencerdasan seluruh anak bangsa.

Tidak ada yang harus disalahkan dalam masalah ini. Ini tentang kesadaran kita akan pentingnya kejujuran dalam menilai diri kita sendiri dan orang lain. Akan lebih bijaksana jika sistem pendidikan saat ini bercermin dan berbenah diri. Ketika pelaksanaan KKM ini tidak sesuai dengan harapan, perbaiki sistem, cari akar permasalahan. Ingat, kita mengorbankan berjuta-juta anak bangsa dalam kegagalan atau keberhasilan sebuah sistem pendidikan.

Semoga anak-anak Indonesia tetap bertahan dengan semangat murni untuk belajar.


About this entry