Ugeran Diajar

Menurut kamus besar bahasa Indonesia disiplin adalah tata tertib, ketaatan kepada peraturan. Berdisiplin artinya menaati tata tertib sedangkan mendisiplinkan membuat berdisiplin, mengusahakan supaya mentaati peraturan (tata tertib).

  • حدثنَا حجاجٌ قالَ حدثنا شعبةُ قالَ أخبرني عليُّ بنُ مدركٍ عن أبي زرعة عن جرير أنّ النبيَّ صلي الله عليه وسلم قال له في حجة الوداعِ : ” استنصت الناس” فقال:”لا ترجعوا بعدي كفّارًا يضرب بعضكم رقاب بعض”.          -البخاري-

Jarir berkata sesungguhnya nabi pernah bersabda kepadanya ketika haji wada’ “diamkanlah orang-orang”….

Ibnul bathal berkata” sesungguhnya diam terhadap ulama merupakan kelaziman bagi muta’allim (murid), karena ulama adalah pewaris para Nabi.  imam at tsauri dan yang lainnya menyatakan bahwa awal ilmu itu mendengar kemudian diam, kemudian menghafal, kemudian amal, kemudian menyebarkan.

  • .وَعَنْ اَبِيْ جُحَيْفَةَ وَهَبِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رضي الله عنه. قَالَ: آخّى النبي صلي الله عليه وسلم بَيْنَ سَلْمَانَ وَ اَبِيْ الدَرْدَاءِ فَزَارَ سَلْمَانَ ابَِِاالدَرْدَاءَ فَرَأَى اُمَّ الدَرْدَاءَ مُتَبَذِّلَةٌ فَقَالَ مَا شَأْنُكِ؟ قَالَتْ اَخُوْكَ اَبُوْالدَرْدَاءِ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ فِيْ الدُنْيَا ،فَجَاءَ اَبُوْالدرداء فَصَنَحَ لَهُ طَعَامًا فَقَالَ لَهُ : كلْ فَاِنِّيْ صَائِمٌ قَالَ: مَا اَنَابِآكَلٍ حَتَّى تَأْكُلُ، فَاَكَلَ فَلَمّاَ كَانَ الليلُ ذهبَ ابوالدرداءُ يقومُ فقال له نَمْ فَنَامَ ثُمَّ ذهب يقومُ فقال له نَمْ. فلمّا كان اخرُ الليلِ قال سلمانَ اِنّ لربِكَ عليكَ حقًّا واِنَّّ لنفسِكَ عليك حقًّا ولاَهْلِكَ عليك حقًّا فَاعْطِ كلَّ ذِيْ حَقٍّ حَقَّهُ فَاتَي النبيُ صلي الله عليه وسلم.  فذكر ذلك له فقال النبي صلي الله عليه وسلم صدق سلمان.      -البخاري-

Dari Abi Juhaifah wahab bin ‘Abdullah, semoga Allah meridhainya ia berkata Nabi mempersaudarakan antara Salman dan Abi Darda. Salman berkunjung kepada Abu Darda, dilihatnya Ummu Darda….. maka Salman bertanya kepada Ummu Darda “ Ada apa denganmu?”. “saudaramu Abu Darda tidak memiliki kebutuhan terhadap dunia” jawab ummu Darda. Datanglah Abu Darda menyugukan makanan dan berkata kepada Salman “Makanlah tetapi aku sedang shaum” Salman menjawab “ Tidak, Aku tidak akan makan sehingga engkau turut makan”, maka Abu darda pun makan. Ketika malam hari, Abu Darda pergi shalat malam. “tidurlah!” pinta Salman pada Abu Darda, maka ia pun tidur, tetapi kemudian ia bangun dan shalat lagi, “tidurlah!” pinta Salman lagi. Ketika di penghujung malam Salman berkata kepada Abu Darda “ Sesungguhnya ada hak untuk Rabbmu, dan untuk dirimu ada hak, dan untuk keluargamu ada hak, maka berikan pada yang berrhak haknya. Maka datang Nabi saw dan diceritakan kepada Beliau mengenai hal itu, Nabi Bersabda “ salman Benar”.

Hadits diatas menceritakan sikap abu darda terhadap dunia. Sehingga ia cenderung tidak memperdulikan keduniawian. Sampai ia ditegur oleh saudaranya salman al farisi bahwa yang demikian itu keliru. Dan menyatakan bahwa setiap sesuatu itu mempunyai hak, berikanlah sesuai dengan haknya.

Manusia dalam kehidupan memiliki peran dan fungsi yang banyak. Misalnya seorang manusia ketika ia berada di kampus ia berperan sebagai mahasiswa, dosen, ketika di rumah berperan sebagai ayah, anak, kakak, ketika konteksnya organisasi, perannya bisa jadi sebagai pimpinan atau bawahan, dsb. Dan semua peran kita yang banyak itu memiliki hak dan kewajiban yang berbeda. Dalam kaitan dengan contoh ini orang dikatakan disiplin manakala memberikan hak sesuai dengan peran yang ia mainkan.

 

  • عن أبي واقد الليثي ” أنّ رسول الله صلي الله عليه وسلم بينما هو جالس في المسجد والناس معه اذا أقبل ثلاثة نفر فاقبل اثنان الي رسول الله صلي الله عليه وسلم. وذهب واحد. فوقفا على رسول الله صلي الله عليه وسلم، فأما أحدهما فرأى فرجة في الحلقة فجلس فيها، وامّا الآخر فجلس خلفهم،وأمّا الثالث فادبر ذاهبًا، فلمّا فرغ رسول الله صلي الله عليه وسلم قال: ألا أخبركم عن النفر الثالثة؟ وأمّا أحدهم فآوى إلى الله فآواه الله، وأمّا الآخر فاستحيا فاستحيا الله عنه، وأمّا الآخر فأعرض فأعرض الله عنه” -البخارى : 66-

Dari abi wakid al-laitsy” bahwasanya ketika nabi saw duduk dalam satu majlis bersama para sahabat tiba-tiba datang tiga orang, menghadaplah kehadapan nabi dua orang dan yang ketiga pergi. yang pertama tatkala melihat tempat kosong dalam majlis itu ia langsung duduk (mengisi tempat kosong), sedangkan yang kedua duduk dibelakang yang lain, dan yang ketiga ia berpaling lalu pergi. ketika setelah selesai, nabi saw bersabda “ ingatlah, aku akan beri tahukan kepada kalian tentang tiga orang itu, yang pertama ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya, yang kedua ia malu-malu maka Allah pun malu-malu kepadanya, adapun yang ketiga ia berpaling maka Allah pun berpaling darinya

Hadits di atas dalam kaitan disiplin berilmu, mengajarkan kepada kita bagaimana kita bersikap dalam mencari ilmu

 

  • عن كثير بن عبد الله عن ابيه عن جده رضي الله عنهم قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم تركت فيكم امرين لن تضلوا ماتمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه. – رواه ابن عبد البر-

Dari katsier bin Abdullah, ia dari bapaknya, dari kakeknya.semoga Allah meridhoi mereka, katsier berkata” telah bersabda Rasulullah saw (telah aku tinggalkan pada kaliandua perkara, kalian tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang terhadap keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnah nabiNya- HR Ibn Abdil Bar-

Hadits di atas  muncul sebelum Rasul tercinta meninggal dunia, Rasulullah mengkhabarkan kepada umatnya bahwa mereka tidak akan tersesat selama mereka berpegangteguh kepada al-qur’an dan sunnah rasulNya. Secara tidak langsung Rasulullah saw telah mengajarkan kepada umatnya untuk memiliki sikap disiplin untuk tetap taat dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Allah yang termaktub di dalam al-Qur’an dan sunnah. Jaminan rasul bagi yang tnduk dan patuh serta menjadikan al-qur’an dan sunnah sebagai pegangan adalah ia tidak akan tersesat selamannya.

  • عن أنس بن مالك رضي الله عنه يقول : جاء ثلاثة رهطٍ إلى بيوت أزواج النبي صلي الله عليه وسلم يسألون عن عبادة النبي صلي الله عليه وسلم فلمّا أخبروا كأنهم تقالوها فقالوا وأين نحن من النبي صلي الله عليه وسلم قد غفر الله ما تقدم من ذنبه وما تأخر. فقال أحدهم : أمّا أنا فإني أصلى الليل أبدا وقال آخر : أنا أصوم الدهر ولا أفطر، وقال آخر: أنا اعتزل النساء فلا أتزوج أبدا فجاء رسول الله صلي الله عليه وسلم فقال : أنتم الذى قلتم كذا وكذا أمّا والله إني لأخشاكم لله وأتقاكم له لكني أصوم وأفطر و أصلى وأرقد وأتزوج النساء فمن رغب عن سنتي فليس مني. -البخاري-

Dari Anas bin Malik semoga Allah meridhoinya, ia berkata” telah datang tiga orang ke rumah istri-istri nabi saw. mereka menanyakan tentang ibadah nabi saw, ketika telah dikabarkan kepada mereka, seakan-akan mereka membicarakannya. Mereka pun berkata “dimanakah kami disbanding dengan nabi saw, Allah telah mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang akan datang. Orang yang pertama berkata “ saya akan shalat semalaman selamanya”, orang yang kedua berkata “ saya akan shaum setahun dan tidak akan berbuka”, dan yang ketiga berkata “saya tidak akan menjauhi perempuan dan tidak akan menikah selamanya. Nabi pun datang dan berkata “kalian yang berkata begini dan begini? Demi Allah sesungguhnya yang paling takut dan taqwa kepada Allah adalah aku, aku shaum aku pun berbuka, aku shalat aku pun tidur, dan aku pun menikahi perempuan. Maka siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah bagian dari umatku.

Dalam mentaati aturan perintah bukan dilihat dari bilangan. atau mengubah aturan itu semau kita, hadits diatas memberikan gambaran bahwa harus berdisiplin sesuai dengan aturan. Konsekwensi dari tidak disiplin dalam agama dalam hadits ini adalah tidak di anggap sebagai umat Nabi yang mulia Muhammad saw.

  • ·       عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم أفضل الأعمال الصلاة في اوّل وقتها. رواه الترمذي و الحاكم

 

Dari ibnu mas’ud ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw “amal yang paling afdhal adalah shalat di awal waktunya.”

 

Hadits di atas jika dicermati, mengajarkan kepada umat islam untuk disiplin terhadap waktu. Bunyi hadits diatas menyatakan “afdhalul a’mal” ini menunjukan kepada makna ”paling”. Berarti pula ada amal yang baik dan ada amal yang tida baik. Yang paling baik itu menurut hadits ini adalah yang tepat waktunya, saya memaknai fi awwali waktiha adalah tepat waktu. Secara manusiawi terhadap orang yang tepat waktu dan orang yang terlambat memiliki nilai yang berbeda. Sehingga tidak heran jika dosen terkadang ada yang melarang bagi mahasiswa yang datang terlambat.

Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. disiplin dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, dalam hal ini Atsauri memberikan tahapan dalam mencari ilmu. Yang pertama adalah diam, mendengarkan, manghapal, mengamalkan, dan mengajarkan.
  2.  Seseorang dikatakan disiplin manakala ia bisa berperan (berbuat) sebagaimana mestinya
  3. Dalam mencari ilmu, selayaknya jika dalam majlis ada tempat yang kosong di isi terlebih dahulu.
  4. Jaminan orang yang berdisiplin adalah ia tidak akan keliru (sesat)
  5. Orang yang disiplin memiliki derajat nilai yang tinggi disbanding dengan yang tidak disiplin

About this entry